BAB I
Mengenai KIKM dan Latar Belakang KIKM
KIKM adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari pelaku usaha yang bergerak
dalam pembuatan mebel atau furniture dan interior. Untuk mempromosikan produk mebel
kami mempunyai fasilitas gedung pameran yaitu Gedung Pusat Promosi Industri Kayu
dan Mebel yang berlokasi di Jl. Jatinegara Kaum di Pulo Gadung Jakarta Timur.
Latar Belakang
Terbentuknya Koperasi Industri Kayu dan Meubel (KIKM) Jakarta Timur tidak dapat
dipisahkan dengan Perkembangan usaha permeubelan di Jakarta Timur yang terbentuk
menjadi sentra-sentra meubel di tiga kecamatan penghasil produk meubel seperti
kecamaah 24 sentra meubel menjadikan Jakarta Timur sebagai sentra meubel terbesar
di Jakarta bahkan menurut Litbang, Kompas sentra meubel ini yang terbesar di Negara-Negara ASEAN
Dengan banyaknya sentra meubel di Jakarta Timur ini perlu adanya satu wadah yang dapat
mempersatukan dan menjembatani para pengrajin meubel agar apat berkembang sesuai dengan
kondisi saat ini, terutama menghadapi era Globalisasi dan AFTA 2003 dimana para perajin
dan pengusaha meubel dituntut untuk dapat bersaing dengan produk – produk meubel
di Negara lain yang tentunya mereka kuat dalam segala bidang baik financial, teknologi,
produksi, mutu, kualitas, dan pemasaran yang didukung oleh sumber daya manusianya.
PPIKM dan terbentuknya Koperasi Industri Kayu dan Meubel
Berdirinya Pusat Promosi Industri Kayu dan Meubel di Jatinegara Kaum Kecamatan Pulogadung
dan Pembinaan dari Walikota Administrasi Jakarta Timur dalam hal ini suku Dinas Perindustrian
dan Perdagangan maka pada tanggal 21 Januari 2006 atas dukungan Walikota Administrasi
Jakarta Timur Bapak H. Koesnan A. Halim saat itu terbentuklah satu wadah para perajin kayu
dan meubel yang bernama; Koperasi Industri Kayu dan Meubel (KIKM) yang anggota
dan pengurusnya adalah perajin dan pengusaha dari 24 sentra yang ada.
Perkembangan zaman yang semakin maju membuat kebutuhan kayu untuk furniture semakin
meningkat. Peningkatan tersebut harus diimbangi dengan adanya berbagai inovasi
karena terbatasnya jumlah kayu. Dahulu, furniture hanya menggunakan kayu utuh
tanpa sambungan namun jumlah kayu yang langka membuat limbah kayu
dimanfaatkan kembali sebagai bahan furniture.
Dibawah ini adalah beberapa macam jenis kayu untuk furniture:
1. Kayu Solid
Kayu solid merupakan bahan paling kuat dan tahan lama. Proses pengerjaan kayu solid
pun membutuhkan keterampilan yang khusus seperti pengeringan yang harus sempurna
untuk menghindari sifat muai susut kayu. Ditambah ketersediaannya yang terbatas,
membuat kayu jenis ini harganya tergolong mahal. Contoh jenis kayu ini yaitu kayu jati,
sungkai, nyatoh, mahoni, pinus, dan sebagainya.
2. Particle Board
Particle board merupakan partikel sisa dari pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, serpihan kayu
maupun potongan kayu kecil yang ditambah bahan kimia sebagai perekat dengan tekanan tinggi
yang kemudian dikeringkan. Bahannya kasar dan tidak beraturan serta harganya paling murah
diantara kayu olahan lainnya. Karena teksturnya yang kasar,
proses finishing particle tidak bisa di lapisi cat. Namun particle board ini memiliki musuh terbesar
yaitu air sehingga ketika bahan ini basah maka kekuatannya akan menurun.
3. Kayu Lapis (plywood)
Kayu lapis merupakan kayu olahan yang lebih dikenal dengan sebutan tripleks. Kayu lapis
dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi.
Ketabalanya bervariasi dari mulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasannya 244 x 122 cm.
Ketebalannya menentukan kekuatan dan kestabilannya. Jenis kayu ini paling banyak dipakai
sebagai material pembuat kitchen set, lemari, meja, dan tempat tidur. Karena plywood
mempunyai permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas maka kadang perlu diberi
pelapis tambahan seperti venner (irisan kayu tipis) PVC ataupun melaminto.
Harga kayu lapis lebih murah dari kayu solid tapi lebih mahal dari kayu olahan lainnya.
4. Blockboad
Blockboard merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil ( sekitar 2.5 – 5 cm ) yang dipadatkan
dengan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran
menyerupai papan. Ketebalannya bisa 12 mm, 15 mm dan 18 mm dan luasannya sama
dengan multipleks. Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunak sehingga tidak sekuat plywood.
Harganya pun sedikit dibawah plywood. Jenis blockboard yang banyak tersedia adalah teakblok
(memakai lapisan venner kayu jati). Cukup baik untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set.
5. Kayu MDF (Medium Density Fibreboard)
Kayu MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan
dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan.
Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa papan atau lembaran
yang siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan lebih kuat
dikenal dengan HDF(High Density Fibreboard). MDF sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk.
Ukuran dan kekuatannyapun konsisten. Namun karena memakai bahan kimia resin,
MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis finishing
yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner,PVC, HPL ataupun paper laminate.
Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam. Furniture yang memakai bahan MDF
biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock down
digunakan hampir di semua industri furniture dengan menggunakan dowel
connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.
Ini adalah beberapa foto produksi yang kami dapatkan.
BAB IV
Proses Wawancara
Ini adalah hasil bukti wawancara kami dengan
Pak Rio selaku Bendahara dalam organisasi Koperasi ini.
BAB V
Hasil Produksi
Ini adalah hasil produksi yang sudah siap di pasarkan.
Kelompok:
- Adjani Prajna
- Agata Avia Melati
- Maria Datu
- Rizky Kautsar
- Sianta
Sumber informasi lebih lanjut:










0 komentar:
Posting Komentar